Guardian Angel

Author : abangKAI
Cast : Ailee, EXO M Kris and Other Cast
Genre : Fantasy, Frienship, maybe yes maybe no little romance [?]
Leght : Short Oneshoot
Rating : PG-13

Disclaimer

Ceritanya terinspirasi dari lirik lagu Angel dan beberapa ff yang pernah author baca. Cast milik orang tua mereka.

Annyeong, author kembali dengan sebuah ff yang absurd genrenya. Sebenernya ni ff author bikin untuk tugas sekola author, hehehe… Karna author bingung di suruh bikin cerpen untuk tugasnya, yaudah deh cerita ini muncul begitu aja di pikiran author. Di dalam ff ini, author sisipin sedikit arti dari lirik lagu Angel yang author gabungin antara versi yang K dan yang M.

Happy Reading~

image

Sebuah ketulusan yang menjaga kita akan selalu berterima kasih dan memaafkan.
Meredupkan keterpurukan yang di ibakan orang lain.
Hanya seberkas cahaya kesungguhan yang dapat membuatmu tersenyum kembali

»Guardian Angel«

Seorang wanita muda keluar dari sebuah ruang kelas. Dia berjalan lamban sepanjang koridor kampusnya, pandangannya lurus ke depan. Sorot matanya hanya terlihat seperti tidak bergairah.

“Ailee??” seorang teman wanitanya sedikit mengejutkan dirinya karena memegang pundaknya dari belakang, lalu dia menoleh  ke belakang.

“eh…Kahi?” tanggap Ailee terhadap temannya

“kau ada part time hari ini?” tanya Kahi

“yah..seperti biasanyalah” jawab Ailee dengan senyum yang di paksakan

“sebenarnya kau itu memilih pekerjaanmu atau kuliahmu?”

“keduanya”

“tapi, akhir-akhir ini bahkan kau tidak peduli dengan keduanya”

“itu hanya menurut pandanganmu, aku baik-baik saja kok”

“kalau kau mu aku bisa membantumu”

Ailee hanya tersenyum mendengar tawaran Khahi

“tidak usah, aku yakin pekerjaanmu saja sudah cukup banyak”

“kau memang keras kepala Ailee”

“hahahaha..ya ampun temanku, kau seperti tidak tahu diriku saja”

“baiklah, baiklah. Ailee yang ingin belajar mandiri”

“hehehe..kalau begitu aku pergi dulu ya?”

“iya”

“sampai jumpa” Ailee pergi meninggalkan Khahi sambil melambaikan tangannya, Kahi pun membalas lambaian tangan Ailee.

Ailee sampai di tempat dia bekerja. Sebuah toko kecil yang menjual pernak-pernik hadiah dan souvenir yang berada tidak jauh dari kampus Ailee.

Pengunjung toko itu cukup ramai, sebagian pengunjung membeli hadiah untuk di bungkus langsung disitu. Tetapi ada juga pengunjung yang memesan hadiah lewat telfon kemudian minta di kirimkan kerumah mereka.

“selamat sore” sapa Ailee pada beberap pengunjung yang datang ke toko itu.

Seorang wanita paruh baya menggampiri Ailee. Kekecewaan terlihat sekali di wajahnya.

“selamat siang nyonya” sapa Ailee kepada wanita paruh baya tersebut setelah berada di hadapannya

“Ailee..” wanita itu menggantung perkataannya, menatap Ailee dengan rasa kecewanya.

“kenapa kau ulangi lagi kesalahanmu?” sambung wanita paruh baya itu

“maksud nyonya?” Ailee balik bertanya dengan bingung

“sudah berapa kali kau mengirimkan pesanan yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan kita?”

“aku kan hanya mengganti bukus hadiahnya saja. Menurutku alangkah lebih baik jika kita menyesuaikan isi hadiah dan bungkusnya” jawab Ailee dengan bangga

“haa…h” wanita paruh baya itu menghela nafasnya

“keinginan pelanggan adalah perintah mereka terhadap kita. Kau harusnya jangan menyusuaikan permintaan mereka terhadap dirimu”

“tapi aku kan hanya….”

“kalau kau terus seperti ini, aku tidak bisa mempekerjakanmu lagi” lanjut wanita itu tegas

“ayolah nyonya kau tidak bisa seperti ini padaku” Ailee memohon pada wanita paruh baya tersebut sambil memasang wajah memelas.

Sedangkan wanita paruh baya itu hanya menatap lelah terhadap Ailee

“aku tau kau yatim piatu, kau sendirian dan kau butuh biaya hidup. Itu salah satu alasan mengapa aku mempekerjakanmu. Tapi aku juga butuh karyawan yang profesional, kalau kau terus seperti ini..tidak akan ada lagi pengunjung yang datang ke tokoku”

Ailee hanya menundukkan kepalanya dan merutukki dirinya dengan rasa bersalah.

“maafkan aku nyonya”

“ingat ini peringatan terakhirmu. Kalau kau ulangi lagi, kau tahu kan akibatnya?”

“iya nyonya”

Wanita paruh baya itupun pergi dari hadapan Ailee. Kini Ailee hanya merasa menyesal terhadap kesalahannya. Dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya walaupun semangat kerjanya sedikit menurun karena kejadian barusan.

»Guardian Angel«

Ailee terus melamun sepanjang jalan pulangnya setelah bekerja. Hari itu sudah sore dan Ailee tidak begitu memperdulikannya karena sesore apapun dia pulang, tetap saja tidak akan ada yang menunggunya di rumah.

“ayah..ibu, aku sangat merindukan kalian.. Kalian tidak adil meninggalkanku sendirian seperti ini, aku butuh seseorang yang benar-benar mengerti tentang diriku” gumam Ailee

Air muka Ailee mulai terlihat sedih. Lalu untuk sejenak dia berhenti dari langkahnya, kepalanya menoleh kesamping pada sungai yang mengalir indah. Bibirnya tertarik dan mengukir sebuah senyuman tipis.

“cantik” gumamnya lagi

Langkah kaki Ailee beranjak menuju kursi yang ada di pinggiran sungai tersebut, matanya menatap pada seorang pria yang duduk di kursi tersebut. Pria itu sedang fokus membaca bukunya, salahkah Ailee jika dia berniat duduk disampingnya? Mengingat hanya ada satu buah kursi di tempat itu.

“maaf, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanya Ailee pada pria itu

“tentu saja, duduklah” jawab pria itu sambil tersenyum

“terima kasih”

Pria itu hanya tersenyum sebagai ucapan ‘sama-sama’ kepada Ailee

Beberapa menit mereka saling terdiam. Ailee hanya menatap sungai yang ada di depannya dan pria itu masih tetap mewbaca bukunya.

“kau sendirian?” Ailee-pun memecah keheningan di antara mereka

“tidak, kau bersamaku” jawab pria itu sambil menoleh ke Ailee

“apa maksudmu?” tanya Ailee bingung

“kau ada di sampingku sekarang, jadi aku tidak sendirian kan?”

Sejenak Ailee berfikir dengan apa yang di katakan pria itu

“oh…iya ya hehehe” Ailee terkekeh pelan menanggapinya

“tapi bukan sendirian itu yang aku maksud” tambah Ailee

“lalu?”

“apa kau hidup sendiri? Atau apakah kau selalu sendirian?”

“hmm…tidak, aku selalu bersama dengan seorang wanita setiap hari”

“wah, siapa dia? Pacarmu?”

“tidak, dia bukan pacarku”

“kalau bukan pacarmu lalu siapa?”

Pria itu tidak menjawab pertanyaan Ailee dirinya malah menengadah menatap langit, sambil tersenyum dia berkata

“aku tidak harus memberitahunya pada mu”

“eu, maaf ya…sepertinya aku lancang bertanya tentang hal itu”

pria itu kembali menatap Ailee

“namamu Ailee?”

“eh, dari mana kau tau namaku?” tanya Ailee terkejut

“namaku Kris..senang berkenalan denganmu” jawab Kris sambil mengulurkan telapak tangannya.

Ailee membalas menjabat tangan Kris tapi dirinya masih bingung kenapa Kris bisa mengetahui namanya.

“kau aneh, aku bertanya padamu tapi kau malah memperkenalkan dirimu”

“hahaha…itu rahasia”

Ailee mempoutkan bibirnya merasa tidak puas atas jawaban yang di lontarkan Kris

“jadi sekarang apa kita berteman?” tanya Kris

“hmm..boleh saja”

“terima kasih sudah mau menjadi temanku” kata Kris sambil tersenyum puas

“oh ya…apa kau penggemar rahasia ku?” tanya Ailee menyelidik

“ck..memangnya kau siapa, sampai-sampai aku harus mengidolakanmu?” jawab Kris mengejek

“ya..!!! kau ini, lalu bagaimana kau bisa tahu namaku..aku saja tidak mengenalmu sebelumnya” sahut Ailee dengan kesal

Kris hanya tertawa melihat wajah Ailee yang kesal itu

“cih, di tanya malah tertawa” cibir Ailee sambil melipat kedua tangannya di dada.

“hehehe…kan tadi sudah kubilang rahasia”

“terserah kau sajalah”

Sore itu telah menjadi awal  yang baru.. Kelak dalam kehidupan Ailee Kris akan membawa warna tersendiri bagi kebahagian Ailee. Aliran sungai dan matahari tenggelam sore itu adalah saksi bisu di antara pertemuan mereka.

»Guardian Angel«

“Ailee…apa kau sadar nilaimu sudah menurun beberapa minggu ini?” tanya Kahi

“aku tahu, tapi aku juga bingung” jawab Ailee sedikit malas

“ada apa lagi dengan dirimu?”

“nilaiku turun dan pekerjaanku di tempat kerja juga berantakan” keluh Ailee

“aku kan sudah menawarkan bantuan kepadamu”

“tapi kau tidak mengerti Kahi, meskipun aku menerima bantuanmu, aku juga tidak tahu hal apa yang perlu kau bantu”

“ha….hh, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidupmu” kata Kahi sambil memegang pundak Ailee

“apalagi aku”

»Guardian Angel«

Semua mata pelajaran telah selesai, hari ini Ailee izin dari tempat kerjanya dan dia berencana pergi ke perpustakaan umum yang ada di pusat kota. Dirinya ingin lebih banyak belajar untuk memperbaiki nilai-nilai mata kuliahnya yang turun.

Setelah sampai di perpustakaan umum, dengan cepat Ailee mengambil semua buku yang bersangkutan dengan materi kuliahnya. Beberapa saat dia memilih kemudian dia mengambil kursi kosong yang ada di perpustakaan tersebut. Tidak banyak orang yang ada di perpustakaan umum waktu itu, jadi Ailee bebas memilih kursi yang akan ia duduki.

Selang beberapa jam Ailee belum juga menguasai semua materi yang ia pelajari. Dirinya merasa agak frustasi, membuatnya mengacak-ngacak pelan rambutnya

“kau seperti orang bodoh mengacak-ngacak rambut seperti itu”

Sontak Ailee menoleh kesamping begitu mendengar seseorang berbicara yang ditunjukkan pada dirinya

“Kris??” matanya membelak begitu melihat Kris duduk di sampingnya

“perlu bantuanku?” tawar Kris

“kau yakin mengerti semua ini?” jawab Ailee sembari menunjuk semua bukunya di atas meja

“tenang, ini mudah..percaya saja padaku” kata Kris meyakinkan

“tapi ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada di sini?”

“tentu saja sama sepertimu membaca buku”

Ailee mengangguk  mengiyakan perkataan Kris. Selanjutnya Kris mulai mengajari Ailee belajar. Cara Kris mengajari Ailee sangatlah dipahami Ailee dengan mudah. Kris bagaikan seorang guru privat bagi Ailee. Mereka menjadi terlihat lebih akrab dengan waktu yang mereka habiskan saat itu.

»Guardian Angel«

Beberapa hari kemudian setelah Ailee pulang dari tempat kerjanya. Seperti biasanya dia berjalan pulang sendirian. Hatinya sekarang lebih tenang di bandingkan beberapa hari sebelumnya tepatnya sebelum Kris datang dalam kehidupannya.

Bagi Ailee, Kris adalah orang yang memberinya semangat baru. Rasa ketidakadilan yang ia kira semenjak orang tuanya pergi, kini sudah dia tarik kembali. Kris sudah menjadi orang yang sangat mengerti tentang diri Ailee, dia tahu semua tentang Ailee meskipun sampai sekarang Ailee masih bingung bagaimana Kris bisa mengetahui semua tentang dirinya padahal sebelumnya Ailee tidak pernah memberi tahu kepada Kris. Jika Kris ditanya dia hanya menjawab “ini rahasia” atau “kebetulan saja aku tahu”.

“Ailee…!!!!” panggil Kris dari belakang Ailee yang sedang berjalan sendirian. Ailee pun menoleh

“Kris?” jawab Ailee terkejut. Lalu Kris mensejajarkan langkahnya dengan Ailee

“ku antar kau pulang ya?”

“kenapa kau selalu muncul tiba-tiba si?”

“eh…aku hanya kebetulan lewat sini saja”

“apa kau tinggal di sekitar sini?”

“aku hanya kebetulan lewat, bukan berarti aku tinggal disini kan!?”

“oh…lalu kau tinggal dimana? Kau tidak memberitahuku di mana kau tinggal”

“itu rahasia..hehehehe”

“ah, kau ini selalu saja seperti itu”

Mereka terus bercakap-cakap sepanjang jalan hingga akhirnya mereka sampai di depan rumah Ailee

“nah sampai..ini rumahku” kata Ailee sambil menunjuk gerbang rumahnya

“rumahnya cukup besar untuk ditempati satu orang” tambah Kris sambil memandang rumah Ailee

“begitulah, dulu aku tinggal bersama kedua orang tuaku sebelum mereka meninggal” raut wajah Ailee berubah menjadi sedih begitu bicara kedua orang tuanya

“maafkan aku” kata Kris menyesal

“tidak apa-apa” Ailee tersenyum menanggapi kata-kata Kris

“tenang saja, aku akan selalu menjagamu” kata Kris lagi

Ailee kembali tersenyum mendengar perkataan Kris

“terima kasih”

“iya…..eu, kau masuklah, ini sudah terlalu sore”

“kalau begitu kau juga ikut masuk, mampirlah sebentar untuk sekedar minum teh”

“hahaha, lain kali saja”

“ayolah Kris” rengek Ailee sembari menarik pelan lengan Kris

Kris melepaskan tangan Ailee dari lengannya, lalu dia memegang kedua pundak Ailee. Kris membungkukkan badannya sedikit dan menatap wajah Ailee agak dekat.

“lain kali saja ya? aku pasti datang…aku akan datang kemari jika kau benar-benar membutuhkanku” kata Kris sambil tersenyum kemudian dia mengacak-ngacak pelan pucuk kepala Ailee

“yah..baiklah kapan pun kau bisa, datanglah ke rumahku, kau mengerti?”

“tentu”

“kalau begitu aku masuk dulu ya? Sampai jumpa Kris..”

“sampai jumpa juga”

Ailee pun masuk kedalam rumahnya. Setelah beberapa saat Kris berdiri di depan gerbang rumah Ailee, dia pun pergi.

»Guardian Angel«

Keesokan harinya di tempat kerja Ailee

“selamat sore” sapa Ailee kepada seorang pengunjung yang baru datang ke toko itu.

“Kris?” kata Ailee sedikit terkejut melihat Kris yang datang

“hai” balas Kris sambil tersenyum

“ini pertama kalinya kau datang ketempat kerjaku”

“aku ingin membeli hadiah untuk seseorang”

“biar kutebak, pasti untuk wanita yang selalu bersamamu setiap hari itu?”

“hahaha…iya kau benar”

“kalau begitu silahkan kau pilih hadiahnya, nanti aku bungkuskan”

“aku, tidak tahu dia suka hadiah yang seperti apa..tapi menurutmu apa dia suka itu” kata Kris sambil menunjuk sebuah liontin berbentuk sayap malaikat yang ada di dalam etalase.

“menurutku itu cantik, mungkin saja dia akan menyukainya”

“begitu ya….kalau begitu tolong bungkuskan ya”

“oke..”

Setelah selesai membeli hadiahnya Krispun pergi meninggalkan toko tersebut dan Ailee melanjutkan pekerjaannya.

»Guardian Angel«

Malampun tiba. Ailee telah sampai di rumahnya setelah pulang bekerja. Dia kemudian bersiap-siap untuk pergi tidur.

Setelah selesai mandi dan memakai piyama, Ailee merebahkan dirinya di atas kasur. Perlahan matanyanya terpejam dan tidak lama kemudian Ailee sudah terlelap dalam tidurnya.

Menjelang tengah malam, diri Ailee mulai merasa tidak nyaman seakan ada sesuatu yang mengusik dalam tidurnya.

Masih dalam keadaan mata terpejam, keresaahan terlihat di raut wajah Ailee. 1, 2, 3, 4 detik setelahnya, Ailee mulai menangis cukup keras. Memang semenjak kedua orang tuanya meninggal, Ailee sering mengigau di tengah malam dan menangis kencang.

“hiks hiks hiks” Ailee duduk memeluk lututnya sambil terus menangis terisak

“jangan menangis” Kris tiba-tiba datang memeluk Ailee sambil berkata seperti itu.

Tetapi Ailee tetap saja menangis, dia membenamkan kepalanya di dada bidang milik Kris.

“jangan menangis, tenanglah aku disini” kata Kris sambil membelai rambut Ailee

“kenapa.. hiks.. kau bisa ada.. hiks.. di sini Kris?” tanya Ailee yang masih dalam pelukan Kris

“bukankah aku sudah bilang, aku akan datang kesini jika kau membutuhkanku”

“hiks.. hiks.. hiks”

Ailee terus saja menangis, tapi kini tangisnya mulai reda karena pelukan Kris. Kemudian Kris melepas pelukannya dan balik menatap wajah Ailee yang sembab. Kris menyentuh kedua pipi Ailee dengan kedua tangannya, lalu dia menghapus air mata Ailee.

“sudahlah jangan menangis lagi ya?”

Ailee mengangguk dan Kris kembali memeluk Ailee. Malam itu akhirnya Ailee tertidur dengan tenang dalam pelukan Kris.

»Guardian Angel«

Pagi harinya saat cahaya mata hari menembus jendela kamar Ailee, dia pun terbangun. Ailee mendudukkan dirinya, dilihatnya ke seluruh ruangan kamarnya, tidak ada Kris hanya dirinya seorang. Lalu di mana Kris?

Ailee beranjak dari tempat tidurnya, tapi langkahnya berhenti saat dia melihat sebuah kotak berwarna shappire blue dan sepucuk surat tergeletak di atas meja.

Dengan penasaran Ailee mengambil terlebih dahulu surat itu dan membacanya

Saat ini aku merasa seperti terlahir kembali sebagai seorang anak kecil yang tak tahu apa-apa
Aku memejamkan mataku lagi karena mungkin saja ini hanya mimpi
Dengan kenangan di masa lalu
Aku dengan tulus berdiri di depanmu
Ingin berjalan berdampingan denganmu

Ketika aku terbang bersama angin dan turun keduniamu
Sebuah angin lembut berwarna putih akan mengitarimu
Kau bertanya padaku aku datang dari mana?
Aku tersenyum dan menjawab bahwa ini rahasia
Kemanapun kita berjalan bersama
Segalanya akan menjadi surga

Aku akan menahan angin yang kencang sebagai pelindungmu
Bahkan orang-orang yang membalikkan punggungnya kepadamu
Jika aku bisa menjadi orang itu
Orang yang bisa menghapus air matamu
Pada hari-hari yang melelahkan
Tak peduli di manapun ini
Surga ada di manapun dan kapanpun kita berada

Ailee maafkan aku, aku tidak bisa terus muncul di hadapanmu, tapi percayalah jika aku akan terus menjagamu

-Your Angel Kris-

Setelah membaca surat itu Ailee terdiam tidak tahu apa yang harus dia katakan

Tangannyapun meraih kotak berwarna shappire blue itu, setelah dia buka, sebuah liontin berbentuk sayap malaikat berada cantik di dalam kotak tersebut. Itu adalah liontin yang kemarin Kris beli.

Butiran kristal bening jatuh dari kelopak mata Ailee, hati Ailee merasa sangat tersentuh, dia tidak merasa sedih melainkan perasaan bahagia dan nyaman yang ia rasakan. Bibir tipis Ailee pun tersenyum lebar sembari menatap liontin yang ada di tangannya.

“aku tidak tahu kau ini siapa, meskipun kau menghilang..tapi aku akan mempercayaimu, terima kasih sudah menjagaku Kris”

“sama-sama… Ailee”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s