Look Into My Heart Part 1

Author: abangKai
Cast : Sungjong, Myungsoo, Sangmi (OC), and Other Cast
Genre : YAOI, Romance, Friendship, Transgender [?]
Rating : PG-17
Leght : Chapter

Disclaimer
ide cerita 100% milik author kalo ada kesamaan sama ff lain berati cuma kebetulan. Castnya milik orang tua mereka dan WE. Sungjong milik Myungsoo, Myungsoo milik Sungjong dan Author miliknya L #plakk

Annyeong~~ *kibar bendera MyungJong Shipper* meskipun aku lebih suka MyungYeol tapi ff ini emang lebih cocok buat MyungJong jadi beginilah jadinya..hahahaha..#plakk karna ini ff YAOI dan chapter jadi gak menutup kemukinan di chapter yang akan datang bakal ada NCnya meskipun itu baru rencana. author juga gak tau ini bakal di bikin berapa part jadi doain aja semoga partnya gak kebanyakan, ceritanya makin seru dan NCnya jadi dibikin..amin..

yaudah deh happy reading^^

image

Author POV

Sepasang namja sedang berjalan keluar dari gerbang sekolah, kedua namja itu menggunakan seragam SMA berwarna hitam yang bertuliskan Woolim High School dengan name-tag Kim Myungsoo [김 명 소] dan Lee Sungjong [이 성 종]

Namja yang bernama Kim Myungsoo itu terlihat tampan dengan matanya yang indah dan selalu tersenyum pada setiap orang yang menyapanya, Lee Sungjong namja di sebelah Kim Myungsoo terlihat lebih pendek darinya, namun wajahnya yang cantik seperti seorang yeoja membuatnya malah terlihat seperti sedang berjalan dengan namja-chingu disebelahnya.
Sungjong adalah namja yang lugu memiliki sifat baik hati, penyayang, dan wajah yang cantik. Meski begitu dia tidak memiliki banyak teman namja, mungkin karna sifatnya yang kelewat lembut seperti yeoja, tapi Sungjong juga tidak memiliki banyak teman yeoja dan itu karna dia termasuk orang yang pemalu.

Sungjong sangat dekat sekali dengan Myungsoo mereka sudah menjadi sahabat sejak kecil, keluarga mereka juga sangat akrab satu sama lain dan yang terpenting sebenarnya mereka itu bertetangga, rumah mereka bahkan berdempet.

Sungjong memiliki saudara kembar perempuan
bernama Lee Sangmi yang tinggal bersama bibi dan pamannya di Jepang, karna bibi dan paman mereka tidak mempunyai anak, keluarga mereka sepakat jika Sangmi diasuh oleh bibi dan paman mereka, Sangmi tinggal di jepang sejak umurnya 4 tahun, tapi Sungjong juga tidak begitu akrab dengan kakak kembarnya itu apalagi Myungsoo. Sesekali Sangmi pulang ke Korea untuk berlibur dan menyambangi keluarganya dia juga berusaha terus untuk lebih akrab dengan Sungjong.
.
.
.
.
.
“Annyeong Myungsoo~” Sungjong melambaikan tangan pada Myungsoo begitu hendak memasuki gerbang rumahnya.

“nado annyeong Jonggie~ jangan lupa nanti malam kau menginap di rumahku,ne?” balas Myungsoo sambil memasang senyumannya.

“ne..” jawab Sungjong

mereka berduapun memasuki rumah masing-masing.

“aku pulang~” sapa Sungjong pada orang di rumahnya. Sungjong menaruh sepatunya di rak sepatu, kemudian dia pergi ke kamarnya, mengganti seragamnya dan bersiap untuk makan malam.

Sungjong POV

aku telah kembali ke kamarku setelah selesai makan malam, rasanya perutku kenyang sekali.

aku mencoba untuk istirahat sejenak, sekedar melepas rasa penat setelah seharian berada di sekolah.

perlahan mataku mulai terpejam, entah kenapa rasanya aku ingin sekali tidur.
.
.
.
.
.
‘jangan lupa nanti malam kau menginap di rumahku,ne?’
.
.
.

aku terperanjat begitu kata-kata itu muncul dalam pikiranku, bagaimana mungkin aku lupa janjiku pada Myungsoo..aish!! bodohnya aku.

dengan cepat aku beranjak dari tempat tidur dan menyambar handukku bersiap untuk mandi.

setelah selesai mandi aku bersiap untuk kerumah Myungsoo tidak lupa aku membawa buku pelajaran yang akan kami bahas nanti.

skip
skip
skip

Sekarang aku berada di depan rumah Myungsoo. aku memencet bel rumahnya dan eomma Myungsoo membukakan pintu gerbangnya.

“annyeong ahjumma” aku membungkukan badan ku begitu melihat eomma Myungsoo menbuka pintu gerbang.

“ah.. Sungjong!! kau mau menginap ya?”

“ne..ahjumma” jawabku sambil tersenyum

“baiklah..silahkan masuk”

“ne..gomawo ahjumma”

“cheonma”

akupun memasuki rumah Myungsoo
dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga karna memang kamar Myungsoo ada di lantai 2, sepanjang pijakan langkahku aku terus memikirkan bagaimana agar aku bisa membuat Myungsoo konsentrasi belajar karna kami segera menghadapi ujian kenaikan kelas. Pada malam sebelumnya Myungsoo tidak dapat diam dan berkonsentrasi dia terus mengajakku untuk bermain game, jadi waktu yang kami gunakan banyak dipakai untuk bermain game dan sedikit untuk belajar. Aku tidak dapat menolak ajakan Myungsoo karna memang beginilah aku tidak dapat menolak ajakan atau apapun dari Myungsoo, aku ini orang yang polos dan tidak tegaan terlebih pada sahabatku ini.

Saat ini aku sudah sampai di depan sebuah pintu dengan papan nama Kim Myungsoo.

tok tok tok

kuketok pintu yang ada di depanku dan..

cklek..!!!

“jonggie!!!”

wajah Myungsoo telihat bahagia dengan senyuman yang lebar, mendapati diri ku yang berada di depan kamarnya.

aku membalas senyum Myungsoo dan Myungsoo malah menarik tanganku cepat memasuki kamarnya tingkah lakunya itu malah membuatku agak sedikit canggung.

Sungjong POV end

Author POV

“ayo masuk” Myungsoo menarik tangan Sungjong untuk memasuki kamarnya. Sungjong yang mendapatkan perlakuan itu membuat dirinya merasa agak canggung.
.
.
.
.
.
.
“ayo kita lanjutkan yang kemarin” ajak Myungsoo pada Sungjong

“baiklah..” Sungjong pun mulai membuka buku pelajaran yang dia bawa.

“kenapa kau malah membuka buku?”

“bukankah aku kesini untuk membantumu belajar?” wajah Sungjong terlihat polos tidak mengerti dan agak sedikit bingung dengan maksud Myungsoo

“kau ini..memang kau kesini hanya harus melakukan hal itu?”

“lalu kita mau apa?” Sungjong kembali bertanya dengan wajah polosnya.

melihat itu Myungsoo malah terkekeh karna wajah Sungjong memang sangat lucu jika dia memasang tampang bingung dan polos.

“kenapa kau malah tertawa?” kini Sungjong mulai merasa agak kesal dengan tingkah Myungsoo.

“eobseo…malam ini aku hanya ingin mengajakmu bermain game”

“mwo!? bermain game lagi?”

kini Sungjong benar-benar kaget padahal dia sudah membawa buku-buku pelajarannya tapi Myungsoo malah mengajaknya bermain game lagi meski begitu Sungjong pasti tidak akan bisa memarahi Myungsoo.

“Ne..” jawab Myungsoo enteng

“tapi Myungsoo sebulan lagi kita akan ujian kalau kau terus-terusan mengajak bermain game kapan kita belajar? bagaimana kalau nantinya kita, ah bukan tapi kau..bagaimana kalau kau gagal dalam ujian dan tidak naik kelas??”

Sungjong menasehati Myungsoo atau lebih tepatnya menakut-nakuti Myungsoo tapi tentu saja Myungsoo tidak bergeming sedikitpun karna Sungjong berbicara dengan nada lembutnya.

“ayolah Jonggie..sebentar lagi kan tamat..lagian masih ada waktu sebulan kok kau tidak perlu khawatir begitulah”

wajah melas dan mehon Myungsoo sukses membuat Sungjong tidak dapat melakukan apapun lagi.

“tenang..aku akan lulus ujian, kan ada kau” sekali lagi Myungsoo membut Sungjong merasa agak canggung karna pujiannya.

“ba-baiklah..tapi setelah tamat kau harus janji untuk belajar dengan giat”

“ne..arraseo..”

Sungjong POV

ada sekitar kurang lebih 3 jam kami bermain game yang pada akhirnya gamenya juga belum tamat. Kamipun menyerah dan memutuskan untuk tidur.

hanya ada satu ranjang tempat tidur di kamar Myungsoo jadi mau tidak mau kami pun harus berbagi tempat tidur.

Myungsoo yang sudah tertidur pulas memiringkan badannya kearah ku. membuatku ingin sekali melihat dan memperhatikan seluruh lekuk wajah tampannya. Dia sama tampannya meskipun sedang tertidur.

Aku tersenyum kecil melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. ingin rasanya aku memiliki namja ini, aku memang merasa sudah jatuh cinta padanya sejak tahun terakhirku di SMP itu berarti sudah 2 tahun hatiku terperangkap olehnya tapi aku tidak yakin bisa memilikinya meskipun kami sesama namja tapi cintaku ini tidak salah sama sekali, cinta tidak memandang status sosial berarti cinta juga tidak memandang jenis kelamin kan? aku yakin banyak orang di dunia ini yang mengalami cinta yang sama sepertiku ada yang beruntung dan ada yang tidak beruntung untuk menjalaninya termasuk diriku. Aku bisa sangat yakin dan mengerti betul kalau Myungsoo hanya menganggap diriku sebagai sahabat terdekatnya saja dan tidak lebih.

Perlahan airmataku menetes takut jika aku terus mencintainya maka hatiku ini akan tambah tersiksa dan tidak tau sanggupkah diriku terus berada di sampingnya dan menjadi sahabatnya selamanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
untuk kesekian kalinya aku mendapatkan kembali malam yang membuat diriku menangis karnanya.
.
.
.
.
.
.
Author POV

“Jonggie.. itu dia!!!” seru Myungsoo sambil menarik-narik lengan Sungjong yang langsung membuatnya terkejut.

“nugu ya?”

“aish..kau ini seperti tidak tahu saja”

Myungsoo memincingkan matanya pada Sungjong kesal dengan tindakan polosnya.

“oh..dia..lalu mengapa?”

Sungjong melihat orang yang ditunjuk Myungsoo dan mengerti akan maksud temannya itu, senyum menyeringai terlihat jelas di wajah Myungsoo setelah melihat orang itu. Sungjong yang tahu hanya bisa ikut tersenyum saja hingga akhirnya orang itu berlalu dari pandangan mereka.

“neomu yeppo” kata Myungsoo dgn wajah berseri-seri

“ne” Sungjong tersenyum memaksakan.

Sungjong POV

kenapa aku tidak bisa memilikinya, itu karna dia sudah mencintai seorang yeoja yang sangat cantik, pintar dan lumayan populer di sekolah ini dia bernama Chaerin, tapi dibanding yeoja itu aku jauh lebih cantik kok meskipun aku namja #lo kaya bencis dong jjong? #lo minta gua santet thor? *jjong berubah jadi nyi blorong* *abaikan*

jujur saja setiap aku mendengarkan curhatan Myungsoo tentang Chaerin hatiku terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum, cekit cekit cekit cekit [?]

jika Myungsoo mencintai yeoja itu aku tidak dapat berbuat apa-apa. perasaan seseorang kan tidak dapat di paksakan lagipula aku memang dianggap sahabatnya saja tidak lebih, berada di sampingny terus sudah beruntung bagiku.

Author POV

skip
skip

jam istirahat dikelas..

berkali-kali Sungjong membuka lembar demi lembar buku yang dia baca tetapi tetap saja tidak bisa berkonsentrasi. *lupa minum serebrovit kali ㅋ.ㅋ*

Menyerah..akhirnya Sungjong memutuskan untuk tidur saja. daripada bengong ntar kesambet jin tomang.

“Jonggie..!!” Myungsoo datang sumringan membuat Sungjong mengurungkan niatnya. *ganggu aja ni Myungsep*

“eh..ada apa?”

“kasi tau gak ya?” jawab Myungsoo dengan nada agak gimana gitu.

“hah? yawdah kalau begitu aku tidur saja”

“eh eh eh..tunggu dulu dong Jonggie..jangan marah lah”

“kau mau bicara apa?”

“aku yakin kau pasti akan terkejut”

“…….” Sungjong hanya bisa terdiam kebingungan menunggu apa yang akan dikatakan Myungsoo

“Jonggie-ah..Aku berhasil mengajak Chaerin kencan”

DEG

terkejut..itulah perasaan yang dirasakan Sungjong..dia membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Myungsoo barusan.

inikah akibat dari perasaan selama ini yang dia miliki. Sakit hati, patah hati, menyedihkan..semua itu membuat Sungjong seakan ingin menjauh dari Myungsoo.

ingin rasanya dia mencoba melupakan perasaannya pada Myungsoo karna dia tahu dia salah memiliki itu dan cintanya tidak mungkin terbalas tapi tetap saja tidak bisa melakukannya, berusaha sekeras apapun hasilnya tetap sama. Sungjong akan tetap mencintai Myungsoo selamanya walaupun harus merasakan sakit yang amat sangat pada hati dan jantungnya.

Entah sakit hati yang seperti apalagi yang akan dialami Sungjong kedepannya. Saat Myungsoo kelak akan menceritakan semua tentang hubungannya dengan Chaerin pada Sungjong. apakah Sungjong akan sanggup menahan kesedihannya meliahat dan memikirkan itu semua, memingat Myungsoo sangat bahagia mencintai Chaerin.

tes
tes
tes

airmata Sungjong jatuh walaupun sedikit sudah bisa menggambarkan kesedihannya dan itupun sudah Sungjong tahan agar tidak keluar deras membasahi pipinya, takut Myungsoo menggangapnya aneh.

“Jonggie..kenapa kau menangis?”

Myungsoo melihat Sungjong bingung yang tertunduk menangis

“aku…hiks..aku…hanya saja…hiks..aku”

ingin rasanya Sungjong mengungkapkan perasaannya saat itu juga.
tapi apa dia bisa?

To becontinued

waaah\(ロ゜)/ akhirnya selesai juga chapter 1 *kasi makan Sungjong*..
ternyata susah juga ya bikin epep romance..kaga bisa bikin kata-kata yang ngena mendingan bikin epep komedi dah *trus napa lu bikin ni epep?*
ck..udahlah terima aja kemampuan cuma bisa segini.

*bow* sampe ketemu di chapter selanjutnya ya readers \(^o^)/ jangan lupa komennya..Annyeong *lempar kutang kakek*

One thought on “Look Into My Heart Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s