Blast Wave Wings

Title : Blast Wave Wings
Cast :  Tao
Luhan ( yeoja)
Suho
And other cast
Genre : romance, friendship, family, little crime
Rating : PG-17
Leght : oneshoot

WARNING!!!
This is not yaoi ff but here, Luhan as a YEOJA not a NAMJA. I hope you can understanding  J
Gomawo~~~ happy reading

image

           When love calls you….
Follow him despite winding road …..
          And when his wings hug …               surrender and give up…
        Though the suword hidden in between the wings was hurt

tap tap tap tap tap tap

Suara langkah kaki seorang  yeoja terdengar mengiringi langkahnya yang sedikit cepat menyusuri  di sepanjang gang perumahan tempat jalannya pulang.

BAK BUK BAK BUK

Yeoja itu menghentikan langkahnya, melihat sekelompok namja di sudut gang yang membuat ia berjalan cepat sedari tadi. Terlihat jelas ke khawatiran di raut wajah yeoja itu, perlahan langkahnya mendekati sekelompok namja yang ada di hadapannya, dia takut, yeoja itu memegang erat tali tas ransel yang ia gendong.

“mi mianhamnida….”

dengan nada takutnya yeoja itu mencoba berbicara pada sekelompok  namja tersebut, kira-kira jumlah mereka ada 5 orang.

“kau??”

seorang namja bertubuh tinggi  dengan tatapan deatglarenya muncul di antara mereka dan sepertinya dialah yang paling di anggap menakutkan atau mungkain ketua mereka.

Yeoja itu hanya tertunduk terlalu takut untuk menatap namja yang ada di hadapannya.

“sedang apa kau di sini?”

Namja itu kembali bertanya kini dengan nada yang agak sedikit di tinggikan terkesan kalau dia marah.

“jebal…. jagan kalian ganggu Suho lagi” jawab yeoja itu lirih

Tanpa menjawab namja tersebut langsung memegang kasar kedua pipi yeoja itu dengan satu tangannya, dan membuat yeoja itu mendongak ke arahnya.

“cih…kau benar-benar tidak menarik sama sekali”

BRUUUKKK

Namja itu mendorong kasar yeoja tersebut hingga membuatnya tersungkur jatuh. Yeoja itu tidak bergeming sedikitpun tetap menunduk melihat tanah dan tidak mencoba untuk berdiri, seakan pasrah dengan keadaanyang ia terima.

“ah sudahlah Tao, kita pergi saja….tidak ada gunanya mengurusi mereka berdua” namja yang lain menyaut pada Tao, namja yang barusan berbuat kasar pada yeoja tersebut.

“baiklah….lagi pula kita sudah dapat uangnya”

Mereka pergi meninggalkan yeoja itu dengan seorang namja bernama Suho. Suho terlihat sekali wajahnya lebam di sana-sini bukti bahwa dia telah di keroyok oleh sekelompok namja barusan. Suho meringis kesakitan, tidak hanya wajah tapi juga seluruh badannya terasa sakit.

“kau tidak apa-apa?” tanya yeoja tersebut khawatir sambil memegang wajah Suho

“gwaenchana Luhannie~~” jawab Suho sambil tersenyum

LUHAN POV

ini sudah kesekian kalinya Tao dan teman-temannya berbuat kasar pada Suho dan aku sebagai sahabatnya  terlalu lemah untuk berbuat sesuatu. Meski begitu Suho tetap saja tidak peduli dengan perlakuan mereka dia tau keadaan sebenarnya seperti apa meski terus ditindas oleh mereka Suho juga akan terus memaafkan mereka. Akupun juga tidak bisa membeci mereka terutama Tao.

“sudahlah kau tidak perlu khawatir”

Aku hanya bisa tersenyum mendengar kata-kata Suho yang juga membelai rambutku lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kami sudah sampai di depan rumah Suho setelah sebelumnya kami mengobati luka-luka Suho di klinik terdekat. Aku mengantarnya pulang sambil memapah tubuhnya yang agak lemah.

“Luhannie, gomawo untuk semuanya”

“ne, cheonma”

“hmmm….Luhan”

“Ne?”

“tetaplah mencintai Tao, aku yakin dia akan lebih baik setelah bersamamu”

Inilah salah satu dari beberapa alasan yang membuat kami tidak bisa membenci Tao, karna aku sangat memcintainya walaupun aku tau itu sangat sulit untuk di perjaungkan melihat bagaimana respek Tao terhadapku.

“ara….kau juga akan terus mendukungku kan?”

“tentu saja”

“yaksok?”

“yaksok”

Kami saling memandang sambil tertawa meskipun kami belum yakin 100% dengan apa yang kami lakukan ini.

“aku masuk dulu ya….”

“ne”

Suhopun menghilang di balik pagar rumahnnya. Aku membalikkan badanku melangkahkan kaki dan berjalan pulang, rumah ku tidak begitu jauh hanya beberapa blok dari rumah Suho.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TAO POV

ini sudah lewat jam 12 malam dan aku baru sampai di rumah, aku tau apa yang akan terjadi nanti, malam ini atau malam seperti ini sudah biasa aku lalui.

Cklek

Kubuka pintu rumah secara perhalan dan pelan-pelan sekali kulangkahkan kakiku menuju kamarku, tapi..

“kau dari mana?”

Aku melihat appaku yang berdiri di depan kamarku sambil memegang tongkat baseball dia sangat marah terlihat jelas. Aku hanya berdiri kaku di hadapan appaku dan menatapnya dengan tatapan kosong.

“YAAA!!! AKU BERTANYA PADAMU!!! BERANI SEKALI KAU MENATAPKU SEPERTI ITU!!!”

Appa membentakku dan mulai mengayunkan tongkat baseballnya ke arahku. Bertubi-tubi dia memukulku dengan tongkan baseballnya, badanku mulai lemas meski aku sudah terjatuh appaku tetap memukuliku tanpa blas kasihan dan aku hanya bisa pasrah saja menerima perlakuan seperti ini aku tidak mau melawan karna dia appaku.

Aku merasakan darah segar mengalir dari kepalaku, kepalaku terasa sangat sakit hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Perlahan aku mengerjapkan mataku melihat kesekeliling, banyak sekali orang disini. Lalu mataku menangkap sosok yang kuyakini appaku, dia melihat sinis ke arahku lalu pergi meninggalkan ku begitu saja dalam keadaan lemah.

Sekarang aku sadar sedang ada di rumah sakit, seperti yang sudah kubilang ini bukan untuk pertama kalinyaaku seperti ini,  ini sering sekali terjadi. Aku tidak tahu tubuh ini akan bertahan sampai kapan kalau aku terus-terusan seperti ini, jika appaku membenciku kenapa dia tidak membunuhku saja setidaknya beban dan rasa malunya terhadap anak sepertiku akan menghilang.

Appa malu mempunyai anak berandalan sepertiku tapi aku tidak tau apa yang harus kuperbuat karna meskipun aku menjadi anak yang baik dia tetap akan membenciku, aku membiarkan diriku untuk menjadi pelampiasannya setelah eomma meninggalkan kami dengan namja lain dan itu tepat di depan mataku dan appa. Eomma bilang appa terlalu miskin untuk menjadi seorang suami aku tau bagaimana perasaan appa waktu itu, aku juga membenci eomma ku karna dia menganggapku hanya benalu dalam kehidupannya itu sebabnya eomma tidak membawaku pergi bersamanya. Sejak saat itu hidupku mulai berantakan, appa akan memukuliku hingga seperti ini walau hanya kesalahan kecil yang kulakukan atau jika dia sedang ada masalah dan akulah yang akanmen jadi pelampiasannya. Aku juga suka berbuat kasar tehadap yeoja karna trumaku terhadap eommaku di mataku semua yeoja akan sama saja seperti eommaku, aku merasa menjadi lebih baik memiliki kehidupan seperti ini meskipun aku tau ini salah, tapi aku ingin dunia ini adil terhadapku kesenaganku adalah hakku bagaimana aku menempuhnya dengan  jalan yang buruk aku tetap akan melakukannya karna mungkin tuhan memang menciptakan diriku yang seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
LUHAN POV

Sangat tampan sekali meskipun dia sedang tertidur bibir ini terus saja tersenyum memandanginya,aku ini sudah seperti menjadi seorang stalker dan spy saja terhadap Tao, begitu mencintainya kah sampai-sampai aku berbuat seperti ini. Kemanapun dia pergi aku selalu mengikutinya itu sebabnya tanpa sengaja Tao sering bertemu denganku membuatnya semakin bosan melihat wajahku di tambah lagi selama 3 tahun ini kami satu kelas di SMA.

Seperti kebanyakan stalker atau spy, aku tau banyak tentang targetku yaitu Tao, mulai dari kebiasaannya, kesukaannya sampai masalah keluarganya yang semua orang di sekolah ini kecuali aku dan Suho tidak  mengetahuinya.

CTAK

Aku terkejut melihat penghapus papan tulis mendarat keras di kepala Tao, kuarahkan pandanganku kedepan kelas melihat Park seongseongnim yang kemarahannya sudah memuncak melihat kelakuan Tao yang seperti itu setiap hari, tidah hanya tidur di kelas, tapi tidak pernah mengerjakan tugasnya, datang terlambat, sering bolos, kabur saat jam pelajara dan sering membuat masalah dengan murid sekolah lain. Karna aku tahu keadaan sebenarnya seperti apa jadi aku tidak pernah mempermasalahkan keadaan itu tapi karna Park seongseongnim tidak tahu apa-apa jadi dia sering mengolok-olok Tao, menindasnya, menjatuhkannya dan mempermalukannya di depan murid-murid dan para seongseongnim yang lain. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Tao bagaimana sedihnya dia mendapat perlakuan seperti itu, aku yang mencintainya saja sering menangis jika memikirkan penderitaan Tao.

PLAK

Park seongseongnim memukul keras kepala Tao dengan bukunya yang tebal karna Tao tidak bangun juga meskipun dia sudah melemparnya dengan pengapus papan tulis. Dan itu sukses membuat Tao terbangun dari tidurnya.

“cepat kau keluar sekarang juga!!! Kau hanya bisa menyusahkanku jika berada di sini!!!”

Dengan kejam Park seongseongnim mengusir Tao, tanpa berbicara sepatah katapun Tao keluar kelas dengan tatapan dinginnya. Aku hanya bisa menghela nafas melihat namja yang kucintai di perlakukan seperti itu.

“seongseongnim!!!”

“ada apa Luhan?”

“boleh aku ijin ke belakang?”

“baiklah”

Ani, aku sedang tidak ingin ke kamar mandi atau kemanapun tapi aku ingin bertemu Tao apaun resikonya aku harus berani menatap dan berbicara kepadanya.

DRAP DRAP DRAP DRAP

Aku berlari di sepanjang koridor sekolah, saat ini di sepanjang koridor sekolah  sepi sekali karna memang ini sedang jam pelajaran. Aku berharap Tao belum pergi jauh dari sini.

Akhirnya aku menemukannya di ujung koridor tepatnya di bawah tangga. Aku menuruni  beberapa anak tangga secara perlahan. Kulihat punggung Tao yang lebar dan dia sedang….errrr…menghisap rokok? Huh, umurnya kan belum 20 tahun berani sekali dia melakukan itu, disekolah pula. Tanpa pikir panjang akupun menggambil rokok yang ada di tangannya membuatnya menoleh ke arahku.

TAO POV

“eh?”

Seseorang mengambil rokok yang ada di tanganku dan akupun menoleh kebelakang. Aku terkejut melihat seorang yeoja di belakangku

“Luhan?”

“annyeong”

“sedang apa kau disini?” tanyaku sinis

Luhan tidak menjawab pertanyaanku dia malah ikut duduk di sampingku bahkan bahu kami saling menempel, aku tidak mengerti sejak kapan dia berani berbuat sejauh ini biasanya dia juga ketakutan jika bertemu denganku.

“kembalikan rokokku”

Luhan tidak mengembalikan rokokku tapi dia malah menjatuhkannya dan menginjaknya sampai mati .

“YAAA!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!!” aku membentaknya dan mencondongkan sedikit badanku ke arahnya agar membuatnya takut.

“aku rela kau pukul asal kau tidak merokok lagi”

Dia menjawab sambil tersenyum membuatku mengurungkan niatku untuk menyakitinya. Apa ini? Kenapa dia sama seperti ku.

Kembali lagi aku menatap lurus kedepan tanpa memperdulikan Luhan di sampingku dan aku merasa sekarang aku agak sedikit lunak terhadapnya.

“Tao?”

“hmm” jawabku tanpa menoleh kearahnya

“saranghae…”

“mwo?” perkataannya barusan benar-benar membuatku terkejut dan akupun langsung menoleh ke arahnya. Kudapati dia tersenyum manis dihadapanku setelah mengucapkan kata itu…manis?? andwae…kau tidak boleh befikir seperti ini semua wanita sama saja!!!

“tapi tolong jangan samakan aku dengan eommamu, tidak semua wanita itu sama dan tidak semua wanita itu jahat” sambungnya lagi dengan nada paraunya

“dari mana kau tahu kalau….”

“aku jatuh cinta padamu sebelum aku tahu masalahmu seperti apa…tidak usah dipikirkan aku tahu dari mana…aku tidak ingin membuatmu sedih dengan mengungkit masalahmu”

Aku menatap matanya lekat mencari sisi kebohongan sekecil apapun di matanya tapi aku tidak bisa menemukannya sama sekali. Apa dia benar-benar mencintaiku? Menatapnya seperti ini membuatku merasa bersalah dengan apa yang kulakukan di masa lampau terhadapnya.

Jantungku benar-benar berdetak setelah cukup lama menatapnya, meskipun ini bukan debaran yang kencang tapi perasaan ini pertama kalinya kurasakan. Luhan secara perlahan membelai sebelah pipiku dengan lembut, sekali lagi di tersenyum sangat manis di hadapanku.  Kenapa aku selama ini tidak menyadari perasaan Luhan yang begitu tulus padaku, ini benar-benar mebuatku merasa bersalah.

Aku menatapnya nanar dan mulai meneteskan  air mataku,kali ini aku benar-benar beruntung bisa dicintai seorang yeoja seperti Luhan. Mulai detik ini kau akan menjadi kebahagianku Luhannie.

“uljima..” Luhan mengusap pelan airmata yang membasahi pipiku. Aku memegang kedua tangannya dan mencium tangannya lembut, tangan yang penuh dengan air mata dan rasa bersalahku..

“mianhe..kupikir aku terlalu egois memikirkan rasa sakitku” kataku

“kau tidak salah sama sekali….rasa sakitmu adalah pecahnya cangkang yang membungkus pemahamanmu. Bahkan ketika buah batu harus pecah, hatinya harus berdiri di bawah sinar matahari, saat itulah kau akan tahu tentang rasa sakit. Kau dapat membiarkan hatimu dalam pengembaraan keajaiban hidupmu, rasa sakitmu tidak akan lebih aneh dari pada kebahagiannmu. Dan aku dapat menerima musim-musum di dalam hatimu, Tao-ah”

Luhan mendekatkan wajahnya pada wajahku lalu dia memejamkan matanya, neomu yeppo..she face like an angel. Akupun mencium bibir mungilnya dengan lembut, ku rasakan kalau air matanya juga keluar sama sepertiku. Luhan membalas ciumanku dengan lembut juga dan air mata kami masih tetap mengalir, ini benar-benar ciuman yang manis dan mengharukan. Dan akhirnya Luhan melepas ciuman kami.

“gomawo Tao-ah, kau sudah mau menerimaku”

“nado, gomawo Luhannie kau sudah mau mencintaiku….saranghae… J”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
SUHO POV

Luhan kenapa? Sejak kembali kekelas setelah menemui Tao dia terus senyum-senyum tidak jelas, apa dia dan Tao…

“Suho-ah”

“eh?mwo?” jawabku terkejut

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………..”

“YAAA!! Wae kau berteriak-teriak seperti itu??

“kau tahu?”

“mana ku tahu kau saja belum cerita”

“aku sudah menjadi yeojachingu Tao, bahkan kami sudah berciuman…KYAAA NEOMU DAEBAK!!”

Entah yang kurasakan benar atau tidak, tapi ini di antara bahagia dan sedih, ini impian Luhan selama ini kan? Menjadi yeojachingu Tao, dan impianku menjadi namjachingu Luhan meskipun itu mustahil karna aku tahu seberapa dalam perasaannya terhadap Tao. Luhan sahabatku mungkin baginya aku orang yang sangat ia cintai, dia pernah bilang seperti itu aku tahu maksudnya apa.

Selama ini aku tidak mengharapkan balasan cinta darinya. Tidak ada maksud lain dari persahabatan yang ku bangun bersama Luhan kecuali untuk memberi kenyamanan dalam hidup kami berdua.  Karena cinta yang mencari sesuatu di dalam jangkauan misterinya, bukanlah cinta, tetapi sebuh jala yang di tebarkan hanya menangkap yang tiada di harapkan.

“Suho-ah, kenapa kau diam saja…kau tidak suka aku berpacaran dengan Tao?”  rengek Luhan

“bukan begitu…ternyata cintakumemang  benar-benar bertepuk sebelah tangan ya?” jawabku sambil tersenyum memaksakan.

“maksudmu?” tanya Luhan bingung

“hahahaha…..mianhe Luhannie kalau selama ini aku menyimpan perasaan padamu, aku tahu seharusnya ini tidak terjadi tapi aku juga sulit memaksakan perasaanku untuk tidak mencintaimu. Tapi tenang saja..aku sangat bahagia kok kau dan Tao bisa berpacaran. Semoga kalian bahagia ya”

“suho-ah….” wajah Luhan terlihat merasa bersalah di hadapanku, maafkan aku Luhan kedepannya aku akan menjadi sahabat yang lebih dan paling baik di dunia ini untukmu.

“LUHANNIE!!!!”

Suara Tao yang memanggil luhan membuyarkan lamunan kami, Taopun menghampiri kami yang masih dalam keadaan sedikit canggung.

“chukkae Tao-ah kau sudah berpacaran dengan Luhan”

“ne, gomawo….hmmmm, Suho-ah aku minta maaf selama ini aku sering berbuat kasar padamu, mungkin hanya ini yang bisa kukatakan, tapi kalau kau mau kau bisa membalasnya aku bersedia kok”

“aish…lupakan saja yang sudah berlalu aku sudah memaafkanmu kok..sekarang tugasmu cukup menjaga Luhan dan menjadi orang yang lebih baik…arachi?”

“ne…jeongmal gomawo Suho-ah”

Taopun memelukku erat dan aku membalas pelukannya, kini aku sudah benar-benar yakin menyerahkan Luhan kepada Tao dan aku akan tetap menjadi Sahabat Luhan dan tentunya juga mulai menjadi sahabat Tao karena merekalah yang akan memgisi kekuranganku bukan kekosonganku begitupun sebaliknya. Didalam persahabatan yang baru ini biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kebahagiaan untuk kami.

THE END

2 thoughts on “Blast Wave Wings

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s